Mitigasi risiko merupakan langkah strategis dalam mengantisipasi adanya hambatan maupun kegagalan dalam pelaksanaan pencapaian target program kegiatan di perangkat daerah.

Untuk itu Pemerintah Kota Payakumbuh melalui kolaborasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama Inspektorat melakukan kegiatan sosialisasi Manajemen Resiko Terintegrasi.

Wakil Walikota Payakumbuh, Elza Daswarman, didaulat membuka acara sosialisasi Manajemen Resiko Terintegrasi tersebut serta peluncuran inovasi proyek perubahan yakni Sistem Integrasi Giat Antisipasi Risiko Pemerintah (SIGAP).

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (4/9/2025) di Aula Gedung Bappeda tersebut, juga dihadiri oleh Asisten, Inspektur Kota Payakumbuh Andri Narwan, satf ahli, pimpinan perangkat daerah, dan peserta sosialisasi.

Wakil Wali Kota, Elza Daswarman, dalam sambutannya, memberikan apresiasi kepada Bappeda dan Inspektorat atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi mitigasi risiko yang bertajuk Manajemen Resiko Terintegrasi tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi kegiatan ini dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan bebas dari korupsi dengan penerapan manajemen risiko terintegrasi di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Payakumbuh,” sebut Wawako Elza Daswarman.

Dilanjutkan Wawako, mitigasi terhadap risiko tersebut dapat dilakukan dengan penerapan manajemen risiko terintegrasi. OPD dapat mengidentifikasi potensi risiko sejak dini dan menyusun langkah mitigasi yang sistematik.

Bahkan mampu menumbuhkan budaya sadar risiko di setiap level organisasi. Dan ini adalah langkah awal dalam upaya dini mencegah dan menangkal terjadinya korupsi di OPD,” terang Wawako.

Dikatakan wawako, manajemen risiko adalah proses untuk mengidentifikasi, menilai, mengelola dan mengendalikan peristiwa atau situasi potensial untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tujuan organisasi.

“Untuk itu sangat diperlukan kapasitas setiap aparatur dalam memitigasi risiko pada proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program kegiatan, dan pengambilan keputusan,” kata Wawako.

Selanjutnya, Wawako menghimbau setiap perangkat daerah untuk menjalankan program kegiatannya dengan baik.

“Setiap program kegiatan di perengkat daerah harus berjalan dengan baik, terukur, dan akuntabel serta mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku,” himbau Wawako.

Dipenghujung sambutannya, Wawako kembali mengajak setiap pimpinan perangkat daerah untuk berkomitmen melaksanaan strategi mitigasi risiko program kegiatan ini. Serta peran Bappeda bersama Pengawasan APIP Daerah juga sangat menentukan dalam pengendalian internal manajemen risiko.

“Untuk itu, di satu sisi kami mengajak seluruh pimpinan perangkat daerah untuk berkomitmen melaksanakan strategi Penerapan Sistem Manajemen Risiko Terintegrasi ini.

Dan disisi lainnya, peran Bappeda sebagai leading sektor perencanaan dan pengawasan oleh APIP tentu sangat diperlukan demi tercapainya Visi Kota Payakumbuh yaitu mewujudkan Kota Payakumbuh sebagai daerah yang maju, berdaya saing dan sejahtera dapat diwujudkan,” kata Wawako.

Sementara itu, Inspektur Kota Payakumbuh, Andri Narwan, pada kesempatan yang sama mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya sosialisasi Manajemen Risiko dan peluncuran inovasi SIGAP.

Kegiatan sosialisai Manajemen Risiko tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama pelaksanaan Strategi Penerapan Sistem Manajemen Risiko Terintegrasi oleh Kepala OPD dan menghadirkan nara sumber dari BPKP RI Perwakilan Provinsi Sumatera Barat.

Kategori: Berita

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *